Tujuan dan alur praktikum
Selamat datang di praktikum pertama. Hari ini kita belum membuat dokumen yang rumit. Kita menyiapkan "meja kerja digital" Anda dulu: tahu aplikasi apa yang dipakai, bisa menyimpan file di tempat yang benar, dan bisa menemukannya lagi kapan pun dibutuhkan. Kedengarannya sepele, tetapi inilah kebiasaan yang membedakan staf yang rapi dan staf yang sering panik mencari file.
Setelah praktikum ini, Anda mampu:
- Menjelaskan arti transformasi digital dan hubungannya dengan kerja pemerintahan.
- Membedakan fungsi Word, Excel, dan PowerPoint dalam pekerjaan administrasi.
- Menyebutkan bagian-bagian jendela Office 2019 dan fungsinya.
- Membuat struktur folder kerja dan memberi nama file dengan aturan yang rapi.
- Menyimpan dokumen Word dalam format .docx dan .pdf, lalu membagikannya melalui OneDrive.
Alur waktu di lab
| 0โ15' | Pembukaan, kontrak praktikum, dan pengantar transformasi digital |
| 15โ35' | Mengenal Office 2019 dan anatomi jendelanya (simulator) |
| 35โ60' | File, folder, aturan penamaan, dan Praktik 1 |
| 60โ95' | Praktik 2: membuat, menyimpan, dan mengekspor dokumen Word |
| 95โ120' | Praktik 3: mengunggah dan membagikan file lewat OneDrive |
| 120โ140' | Latihan mandiri dan pengisian checklist |
| 140โ150' | Kuis cek pemahaman dan penutup |
Sepanjang semester, Anda berperan sebagai panitia Seminar Nasional "Tata Kelola Pemerintahan Digital" yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Setiap pertemuan menghasilkan satu bagian pekerjaan panitia: surat undangan, proposal, sertifikat, daftar peserta, anggaran, rekap data, sampai presentasi laporan kegiatan. Semua hasil itu disimpan di folder kerja yang Anda buat hari ini.
Apa itu transformasi digital?
Transformasi digital bukan sekadar mengganti mesin ketik dengan komputer. Intinya adalah mengubah cara bekerja supaya pelayanan lebih cepat, data lebih akurat, dan keputusan lebih tepat. Komputer hanyalah alatnya. Yang berubah adalah prosesnya.
Di Indonesia, arah ini tertuang dalam kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Artinya, lulusan Ilmu Pemerintahan, baik yang nanti bekerja sebagai ASN, staf DPRD, pendamping desa, peneliti, maupun konsultan kebijakan, akan bekerja setiap hari dengan dokumen, data, dan presentasi digital.
Perhatikan perbandingan berikut:
Karena hampir semua produk kerja pemerintahan berbentuk dokumen (surat, laporan, naskah kebijakan), data (anggaran, statistik penduduk), dan paparan (rapat, sosialisasi, sidang). Menguasai ketiga aplikasi ini sama pentingnya dengan menguasai teori kebijakan publik.
Mengenal Microsoft Office 2019
Tiga aplikasi, tiga jenis pekerjaan.
Microsoft Office adalah kumpulan aplikasi perkantoran. Di praktikum ini kita memakai tiga aplikasi utamanya. Bayangkan ketiganya sebagai tiga "meja" berbeda di kantor: meja untuk menulis, meja untuk menghitung, dan meja untuk memaparkan.
Word
Untuk menulis dan menata dokumen.
Excel
Untuk mengolah angka dan data dalam tabel.
PowerPoint
Untuk menyusun bahan paparan visual.
Hasil kerja ketiga aplikasi disimpan sebagai file dengan akhiran (disebut ekstensi) yang berbeda: Word menjadi .docx, Excel menjadi .xlsx, dan PowerPoint menjadi .pptx. Ingat baik-baik, karena ekstensi ini akan sering kita temui.
Komputer lab memakai Office 2019, versi yang dibeli sekali dan tampilannya tetap. Microsoft 365 adalah versi berlangganan yang terus diperbarui, sehingga tampilannya sedikit berbeda (misalnya ada kotak Search di bagian atas jendela). Kalau di laptop Anda terpasang Microsoft 365 atau Office 2021, semua langkah di modul ini tetap berlaku. Letak beberapa tombol saja yang mungkin sedikit bergeser.
Anatomi jendela Office 2019
Kabar baiknya: Word, Excel, dan PowerPoint punya susunan jendela yang hampir sama. Sekali Anda paham satu, dua lainnya akan terasa akrab. Simulator di bawah meniru jendela Word 2019. Klik bagian mana saja untuk melihat nama dan fungsinya.
Kepada Yth. Bapak/Ibu Narasumber
di Tempat
Setelah menjelajah, tekan Mulai uji diri. Simulator akan menyebut nama sebuah bagian, dan Anda harus mengkliknya. Coba sampai Anda bisa menjawab semuanya tanpa salah.
Tiga istilah yang wajib diingat
Perintah di Office 2019 tersusun seperti lemari arsip bertingkat. Tab adalah laci besarnya (Home, Insert, Layout, dan seterusnya). Di dalam setiap tab ada Group, yaitu sekat yang mengelompokkan tombol sejenis, misalnya group Font berisi semua tombol untuk mengatur huruf. Tombol-tombol di dalamnya disebut Command. Seluruh deretan tab, group, dan command ini dinamakan Ribbon.
Di modul ini, perintah ditulis berurutan seperti alamat. Contohnya artinya: buka tab Home, cari group Font, lalu klik tombol Bold.
Klik kotak Tell me what you want to do di sebelah kanan tab, lalu ketik apa yang ingin Anda lakukan dalam bahasa Inggris sederhana, misalnya page number atau word count. Word akan langsung menampilkan perintahnya.
File, folder, dan nama file
Bayangkan komputer sebagai kantor arsip. File adalah selembar dokumen, sedangkan folder adalah map atau ordner tempat dokumen itu disimpan. Folder boleh berisi folder lagi, persis seperti map di dalam lemari di dalam ruangan. Susunan bertingkat inilah yang ditunjukkan oleh alamat (path) file, misalnya:
D:\ATTD_2026001_Rina\01_Word\ATTD_P01_Biodata_2026001_Rina.docx
Cara membacanya dari kiri ke kanan: di drive D, buka folder ATTD_2026001_Rina, lalu folder 01_Word, di situ ada file biodata berformat Word.
Lima aturan nama file yang rapi
| Aturan | Contoh kurang tepat | Contoh tepat |
|---|---|---|
| Nama menjelaskan isi | tugas.docx | Undangan_Seminar_Narasumber.docx |
| Pakai garis bawah atau tanda hubung, hindari simbol | data#peserta!!.xlsx | Data_Peserta_Seminar.xlsx |
| Tanggal ditulis tahun-bulan-hari agar urut | laporan 5 okt.docx | 2026-10-05_Laporan_Rapat.docx |
| Versi ditulis dengan jelas | proposal final fix revisi(2).docx | Proposal_Seminar_v3.docx |
| Hindari karakter terlarang Windows | laporan 1/2.docx | Laporan_Bagian1.docx |
Nama file dan folder tidak boleh memuat \ / : * ? " < > |. Kalau Anda mencoba, Windows akan menolak atau menampilkan pesan kesalahan.
Uji cepat: nama file ini baik atau kurang tepat?
Praktik 1: Membuat folder kerja
Kita buat "lemari arsip" pribadi untuk seluruh semester. Strukturnya seperti ini (ganti NIM dan nama dengan milik Anda):
Angka di depan nama folder (00, 01, 02) sengaja dipasang agar urutan folder selalu sesuai urutan belajar, tidak diacak menurut abjad.
Latihan di simulator dulu
Sebelum mengerjakan di komputer lab, coba buat strukturnya di simulator File Explorer ini. Ketik nama folder, klik Buat folder, klik sebuah folder untuk masuk ke dalamnya, lalu tekan Periksa.
Sekarang kerjakan di komputer lab
- Buka File Explorer Tekan Windows + E, atau klik ikon map kuning di taskbar.
- Masuk ke drive D Di panel kiri, klik , lalu klik dua kali drive Data (D:). Kalau lab Anda tidak memiliki drive D, gunakan folder .
- Buat folder induk
Tekan Ctrl + Shift + N (atau ). Ketik
ATTD_NIM_NamaPanggilan, misalnyaATTD_2026001_Rina, lalu tekan Enter. - Masuk ke folder induk Klik dua kali folder yang baru dibuat.
- Buat lima subfolder
Ulangi langkah 3 untuk membuat
00_Bahan,01_Word,02_Excel,03_PowerPoint, dan04_Proyek_Akhir. - Salah ketik nama? Klik foldernya sekali, tekan F2, perbaiki namanya, lalu tekan Enter.
- Tampilkan ekstensi file
Di Windows 10: klik tab , lalu centang File name extensions. Di Windows 11: . Sekarang Anda bisa melihat akhiran
.docx,.pdf, dan lainnya.
Banyak komputer lab dipasangi program yang menghapus semua perubahan saat komputer dimatikan. Karena itu, selalu salin folder kerja Anda ke flashdisk atau OneDrive sebelum meninggalkan lab. Praktik 3 akan mengajarkan caranya.
Praktik 2: Membuat dan menyimpan dokumen pertama
Sekarang kita isi lemari arsip dengan dokumen pertama: biodata singkat Anda sebagai anggota panitia seminar. Fokus hari ini bukan kerapian format (itu materi Pertemuan 2), melainkan cara menyimpan dengan benar.
- Buka Word 2019
Klik tombol Windows, ketik
Word, lalu tekan Enter. Di layar awal, pilih Blank document. - Ketik isi biodata
Ketik teks berikut dan sesuaikan dengan data Anda:
BIODATA PANITIA SEMINAR NASIONAL
Nama: ...
NIM: ...
Asal daerah: ...
Seksi yang diminati: (Kesekretariatan / Acara / Humas / Konsumsi)
Alasan memilih Ilmu Pemerintahan: ...
Satu layanan pemerintah digital yang pernah saya gunakan: ... - Buka jendela Save As Klik . Cara lebih cepat: tekan F12.
- Pilih lokasi yang benar
Di panel kiri jendela Save As, arahkan ke . Pastikan nama folder
01_Wordterlihat di bagian atas jendela. - Beri nama dan simpan
Di kotak File name, ketik
ATTD_P01_Biodata_NIM_Nama. Pastikan Save as type berisi Word Document (*.docx), lalu klik Save. Perhatikan bahwa judul jendela Word kini berubah dari "Dokumen1" menjadi nama file Anda. - Coba simpan cepat Tambahkan satu kalimat di akhir dokumen, lalu tekan Ctrl + S. Word langsung menyimpan tanpa bertanya lagi, karena file ini sudah punya nama dan lokasi.
- Simpan juga sebagai PDF
Klik . Pastikan lokasinya tetap
01_Word, lalu klik Publish. File PDF akan terbuka otomatis di pembaca PDF. - Buktikan file bisa ditemukan
Tutup Word. Buka File Explorer, masuk ke folder
01_Word. Anda seharusnya melihat dua file:.docxdan.pdf. Klik dua kali file.docxuntuk membukanya kembali.
Save (Ctrl + S) menimpa file yang sama dengan isi terbaru. Save As (F12) membuat salinan baru dengan nama, lokasi, atau format yang berbeda. Gunakan Save As saat Anda ingin menyimpan versi baru, misalnya dari Proposal_v1 menjadi Proposal_v2, tanpa menghilangkan versi lama.
File .docx masih bisa diubah dan tampilannya bisa bergeser kalau dibuka di komputer lain. File .pdf tampilannya terkunci dan sama di perangkat mana pun. Itulah sebabnya surat resmi dan laporan final biasanya dikirim dalam bentuk PDF.
Praktik 3: Menyimpan dan berbagi lewat OneDrive
OneDrive adalah "lemari arsip online" dari Microsoft. File yang disimpan di sana aman meskipun komputer lab di-reset atau flashdisk hilang, dan bisa dibagikan kepada dosen atau rekan panitia cukup dengan sebuah tautan.
- Masuk ke OneDrive
Buka browser, kunjungi
onedrive.live.com, lalu klik Sign in. Gunakan akun Microsoft Anda (akun Outlook atau Hotmail, atau akun email kampus jika sudah disediakan). Belum punya akun? Buat gratis melalui tautan Create one di halaman masuk. - Buat folder
Klik , beri nama sama dengan folder induk Anda, misalnya
ATTD_2026001_Rina, lalu buka folder tersebut. - Unggah file
Klik , arahkan ke folder
01_Worddi komputer, pilih file.docxdan.pdfhasil Praktik 2, lalu klik Open. Cara lain: seret kedua file dari File Explorer ke jendela browser. - Coba buka di browser
Klik file
.docxyang sudah diunggah. File itu terbuka di Word untuk web dan bisa disunting tanpa aplikasi Word terpasang. Ini berguna saat Anda sedang memakai komputer lain. - Bagikan tautan untuk dibaca saja
Kembali ke daftar file, klik kanan file
.pdf, pilih Share. Atur izinnya menjadi Anyone with the link can view (hanya bisa melihat, tidak bisa mengubah), lalu klik Copy link. Tempelkan tautan itu di Notepad untuk dikumpulkan pada tugas nanti.
OneDrive versi web diperbarui secara berkala oleh Microsoft, jadi letak tombol atau istilahnya bisa sedikit berbeda dari modul. Cari saja perintah dengan makna yang sama: New, Upload, dan Share.
Jangan pernah membagikan dokumen berisi data pribadi warga (misalnya NIK, alamat, atau nomor telepon) melalui tautan yang bisa dibuka siapa saja. Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Sebagai calon aparatur dan analis pemerintahan, biasakan memberi izin seperlunya: view untuk dibaca, edit hanya untuk rekan kerja yang memang perlu mengubah.
Tombol pintas yang dipakai hari ini
Tombol pintas (shortcut) menghemat banyak waktu. Tidak perlu dihafal sekaligus. Pakai terus dan tangan Anda akan mengingatnya sendiri.
| Tombol | Fungsi | Berlaku di |
|---|---|---|
| Windows + E | Membuka File Explorer | Windows |
| Ctrl + Shift + N | Membuat folder baru | File Explorer |
| F2 | Mengganti nama file atau folder | File Explorer |
| Alt + Tab | Berpindah antar-jendela | Windows |
| Ctrl + N | Membuat dokumen baru | Word, Excel, PowerPoint |
| Ctrl + O | Membuka dokumen | Word, Excel, PowerPoint |
| Ctrl + S | Menyimpan (Save) | Word, Excel, PowerPoint |
| F12 | Menyimpan sebagai (Save As) | Word, Excel, PowerPoint |
| Ctrl + Z / Ctrl + Y | Membatalkan / mengulang tindakan | Hampir semua aplikasi |
| Ctrl + C, X, V | Menyalin, memotong, menempel | Hampir semua aplikasi |
Kesalahan yang sering terjadi
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| "File saya hilang!" | Langsung menekan Save tanpa memperhatikan lokasi, sehingga file tersimpan di Documents atau Downloads. | Selalu lihat lokasi di jendela Save As. Kalau sudah terlanjur, cari lewat di Word. |
| Nama file "Dokumen1" atau "Document1" | Tidak mengganti nama bawaan saat menyimpan. | Ganti nama di kotak File name sebelum klik Save, atau ganti kemudian dengan F2 di File Explorer. |
| File yang sudah diubah tidak ikut berubah di OneDrive | Yang diubah file di komputer, sedangkan di OneDrive masih file lama. | Unggah ulang file terbarunya, atau langsung sunting file di OneDrive. |
| Dokumen tidak bisa diketik, muncul pita kuning "Protected View" | File berasal dari internet atau email, jadi Word membukanya dalam mode aman. | Kalau sumbernya tepercaya, klik Enable Editing pada pita kuning tersebut. |
| Semua hasil kerja hilang keesokan harinya | Komputer lab di-reset saat dimatikan. | Salin folder kerja ke flashdisk dan OneDrive sebelum pulang. |
Latihan mandiri
Kerjakan setelah Praktik 1โ3 selesai. Mulai dari level dasar. Level tantangan boleh dikerjakan jika waktu masih ada.
Merapikan folder Word
- Di dalam folder
01_Word, buat subfolderP02sampaiP06untuk pertemuan Word berikutnya. - Pindahkan file biodata (.docx dan .pdf) ke folder baru bernama
P01. Gunakan Ctrl + X lalu Ctrl + V.
Mengganti nama sesuai aturan
Di Word, buat tiga dokumen kosong dan simpan di 00_Bahan dengan nama asal: Document1, undangan fix, dan notulen rapat 3 okt. Lalu ganti nama ketiganya di File Explorer (F2) sesuai lima aturan penamaan yang sudah dipelajari.
Mencari perintah tanpa membuka menu
Buka kembali biodata Anda. Tanpa mencari tombolnya di Ribbon, gunakan kotak Tell me what you want to do untuk: (1) menghitung jumlah kata dokumen, (2) memunculkan penggaris (ruler), dan (3) memeriksa ejaan. Catat kata kunci yang Anda ketik untuk masing-masing perintah.
Tugas pertemuan 1
Biodata panitia dan tautan OneDrive
- Lengkapi dokumen
ATTD_P01_Biodata_NIM_Nama.docx. Pada bagian "layanan pemerintah digital", tuliskan satu paragraf (3โ5 kalimat) tentang pengalaman Anda memakai layanan tersebut: apa kelebihannya, dan apa yang menurut Anda masih perlu diperbaiki. - Simpan ulang dalam format
.docxdan.pdf. - Unggah keduanya ke folder OneDrive Anda.
- Kumpulkan tautan view-only file PDF melalui kanal yang ditentukan dosen (LMS atau grup kelas).
- Ambil tangkapan layar (Windows + Shift + S) struktur folder kerja Anda di File Explorer, lalu sertakan bersama tautan.
Checklist hasil praktikum
Centang setiap poin yang sudah Anda selesaikan. Centangan tersimpan di browser ini, jadi aman jika halaman tertutup.
Kuis cek pemahaman
Lima soal singkat. Pilih jawaban, lalu baca penjelasannya. Belum ada jawaban
:) yang ditolak Windows.Rubrik penilaian tugas
| Aspek | Bobot | Kriteria nilai penuh |
|---|---|---|
| Struktur folder kerja | 25% | Folder induk dan lima subfolder lengkap, nama sesuai format, terlihat di tangkapan layar. |
| Penamaan file | 15% | Nama file sesuai format ATTD_P01_Biodata_NIM_Nama, tanpa karakter terlarang. |
| Isi dokumen | 30% | Biodata lengkap dan paragraf refleksi layanan digital runtut, 3โ5 kalimat, memuat kelebihan dan usulan perbaikan. |
| Format .docx dan .pdf | 15% | Kedua format tersedia dan bisa dibuka. |
| Berbagi melalui OneDrive | 15% | Tautan berfungsi dan izinnya hanya view. |